Reaksi Radikal Bebas
a.
pengertian
Banyak
senyawa organohalogen dibuat dalam skala industri oleh reaksi antara
hidrokarbon dan halogen, dua bahan baku yang tidak mahal. Reaksi-reaksi
halogenisasi langsung sering berjalan eksplosif, dan hampir tanpa kecuali menghasilkan
campuran produk.Reaksi-reaksi halogenasi langsung berjalan dengan mekanisme
radikal bebas. Reaksi radikal bebas penting dalam proses bioligi dan dalam
praktek. Misalnya, organisme memanfaatkan oksigen dari udara lewat sederetan
reaksi yang diawali dengan oksidasi-reduksi radikal bebas. Mentega dan lemak
lain menjadi tengik sebagian karena reaksi radikal bebas dengan oksigen.
Dalam reaksi radikal bebas ada
yang disebut inisiator dan inhibitor radikal bebas. Apakah itu?
Suatu inisiator radikal bebas ialah zat apa saja yang dapat mengawali suatu reaksi radikal bebas. Kerja cahaya yang menyebabkan halogenasi radikal bebas adalah kerja suatu inisiator. Terdapat beberapa macam senyawa yang dapat ditambahkan ke dalam suatu campuran reaksi untuk mengawali reaksi radikal bebas. Kadang-kadang secara keliru senyawa ini disebut katalis radikal bebas. Senyawa ini bukan benar- benar katalis, karena seringkali terpakai habis dalam reaksi itu. Senyawa apa saja yang mudah terurai menjadi radikal bebas dapar bertindak sebagai suatu inisiator. Salah satu contoh adalah peroksida (ROOR). Mereka mudah membentuk radikal bebas karena energi disosiasi ikatan RO-OR hanyalah sekitar 35 kkal/mol, lebih rendah daripada kebanyakan ikatan. Benzoil peroksida dan peroksibenzoat adalah dua peroksida yang lazim digunakan sebagai pasangan brominasi NBS.
Suatu inisiator radikal bebas ialah zat apa saja yang dapat mengawali suatu reaksi radikal bebas. Kerja cahaya yang menyebabkan halogenasi radikal bebas adalah kerja suatu inisiator. Terdapat beberapa macam senyawa yang dapat ditambahkan ke dalam suatu campuran reaksi untuk mengawali reaksi radikal bebas. Kadang-kadang secara keliru senyawa ini disebut katalis radikal bebas. Senyawa ini bukan benar- benar katalis, karena seringkali terpakai habis dalam reaksi itu. Senyawa apa saja yang mudah terurai menjadi radikal bebas dapar bertindak sebagai suatu inisiator. Salah satu contoh adalah peroksida (ROOR). Mereka mudah membentuk radikal bebas karena energi disosiasi ikatan RO-OR hanyalah sekitar 35 kkal/mol, lebih rendah daripada kebanyakan ikatan. Benzoil peroksida dan peroksibenzoat adalah dua peroksida yang lazim digunakan sebagai pasangan brominasi NBS.
Sedangkan
inhibitor radikal bebas menghambat suatu reaksi radikal bebas. Sebuah inhibitor
kadang-kadang dirujuk sebagai suatu “perangkap” radikal bebas. Kerja yang lazim
suatu inhibitor radikal bebas adalah bereaksi dengan radikal bebas reaktif
membentuk radikal bebas tak reaktif dan relatif stabil. Suatu inhibitor yang
digunakan untuk menghambat auto-oksidasi disebut antioksidan atau dalam
industri makanan disebut pengawet ( preservative). Fenol-fenol, senyawa dengan
suatu gugus -OHyang terikat pada karbon cincin aromatik, merupakan antioksidan
yang efektif, produk radikal bebas senyawa-senyawa ini terstabilkan secara
resonansi dan karena itu tak reakrif dibandingkan dengan kebanyakan radikal
bebas lain.
(Sumber : Kimia Organik,
Fessenden&Fessenden)
Radikal
bebas adalah atom atau molekul yang kehilangan elektron / memiliki elektron yang tidak
berpasangan, sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha
mengambil elektron dari atom atau molekul lain.
Radikal
bebas dapat dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor
eksternal seperti asap rokok, beberapa logam, hasil penyinaran ultra violet,
radiasi, zat kimiawi dalam makanan dan polutan lain.
Contoh Radikal Bebas
Contoh
radikal bebas sederhana adalah radikal hidroksil (HO•), yaitu senyawa yang
mempunyai satu atom hidrogen terikat pada satu atom oksigen. Contoh radikal
bebas yang lain adalah karben (:CH2) yang mempunyai dua
elektron tak berpasangan, dan anion superoksida(•O−2) yaitu molekul yang
kelebihan elektron. Perhatikan radikal bebas oksigen berikut ini.
Perlu diketahui bahwa
anion hidroksil (HO−), kation karbenium (CH+
3) dan anion oksida (O2−) bukan radikal karena ikatan yang terbentuk faktanya diakibatkan oleh adanya penambahan atau pelepasan elektron.
3) dan anion oksida (O2−) bukan radikal karena ikatan yang terbentuk faktanya diakibatkan oleh adanya penambahan atau pelepasan elektron.
A.Pembentukan Radikal Bebas
Pembentukan radikal
bebas diakibatkan oleh adanya pemeahan ikatan kovalen secara homolitik.
Pemecahan homolitik membutuhkan energi yang sangat besar. Sebagai contoh,
pemecahan H2 menjadi 2H· mempunyai ΔH° sebesar +435 kJ/mol
dan Cl2 menjadi 2Cl· membutuhkan +243 kJ/mol. Hal ini
dikenal dengan energi disosiasi homolitik yang disingkat dengan DH°.
Energi ikatan antara dua atom berikatan kovalen dipengaruhi oleh struktur
molekul. Pemecahan homolitik kebanyakan terjadi pada dua atom yang mempunyai elektronegativitas yang hampir sama.
Dalam kimia organik, sering terjadi pada
ikatan O-O pada peroksida.
B.
Sumber-sumber radikal bebas
Inisiator adalah zat yang
dalam kondisi reaksi tertentu dapat menghasilkan sejumlah radikal bebas yang
memungkinkan reaksi radikal bebas berlanjut. Berikut disajikan beberapa senyawa
yang dapat menghasilkan radikal bebas.
1) Halogen (Cl2, Br2, F2, dan seterusnya)
2) Peroksida (HOOH, atau ROOR)
3) Senyawa azo (RNNR)
4) Alkil halida (R-X)
5) Hipoklorit (R-O-Cl)
C.
Struktur kimia radikal bebas
Radikal bebas dapat terbentuk in-vivo dan in-vitro secara:
1) Pemecahan satu molekul normal secara
homolitik menjadi dua. Proses ini jarang terjadi pada sistem biologi karena
memerlukan tenaga yang tinggi dari sinar ultraviolet, panas, dan radiasi ion.
2) Kehilangan satu elektron dari molekul
normal
3) Penambahan elektron pada molekul
normal
Pada radikal bebas elektron
yang tidak berpasangan tidak mempengaruhi muatan elektrik dari molekulnya,
dapat bermuatan positif, negatif, atau netral.
D.REAKSI
KIMIA RADIKAL BEBAS
Dalam
reaksi kimia, radikal bebas sering dituliskan
sebagai titik yang ditempatkan pada simbol atom atau molekul. Contoh penulisan
radikal bebas berikut sebagai hasil dari pemecahan homolitik:
Cl2 → Cl• + Cl•
Mekanisme reaksi radikal menggunakan panah bermata tunggal untuk menjelaskan pergerakan elektron tunggal :
Pemutusan
homolitik pada pemecahan ikatan digambarkan dengan penarikan satu elektron. Hal
ini digunakan untuk membedakan dengan pemutusan heterolitik yang menggunakan
anak panah bermata ganda pada umumnya.
Radikal bebas juga memainkan peran terhadap adisi radikal dan substitusi radikal sebagai intermediet yang sangat reaktif. Reaksi rantai melibatkan radikal bebas yang biasanya dibagi menjadi tiga tahap, meliputi inisiasi, propagasi dan terminasi. Contoh dalam hal ini adalah reaksi klorinasi metana.
Radikal bebas juga memainkan peran terhadap adisi radikal dan substitusi radikal sebagai intermediet yang sangat reaktif. Reaksi rantai melibatkan radikal bebas yang biasanya dibagi menjadi tiga tahap, meliputi inisiasi, propagasi dan terminasi. Contoh dalam hal ini adalah reaksi klorinasi metana.
Inisiasi
Inisiasi
adalah tahap pembentukan awal radikal-radikal bebas. Hal ini menyebabkan jumlah
radikal bebas meningkat pesat. Dalam klorinasi metana, tahap inisiasi adalah
pemutusan secara homolitik ikatan Cl-Cl.
Cl2 → Cl• + Cl•
Tahap inisiasi merupakan tahap
awal pembentukan radika-radikal bebas dengan pembelahan homolitik sehingga
nasing-masing atom terpisah dengan membawa satu elektron. Terlepas dari itu,
inisiasi dapat terbentuk secara sepontan atau karena pengaruh panas/cahaya.
Selain itu juga radikal bebas dapat terbentuk melalui transfer satu elektron
(dengan melepas dan menerima elektron).
Propagasi
Propagasi adalah
reaksi yang melibatkan radikal bebas yang mana jumlah radikal bebas akan tetap
sama. Setelah terbentuk, radikal bebas klor akan menjalani sederetan reaksi.
Tahap propagasi yang pertama adalah radikal bebas klor yang merebut sebuah atom
hidrogen dari dalam molekul metana, menghasilkan radikal bebas metil dan HCl.
Cl• + H:CH3 + 1 kkal/mol → H:Cl + •CH3
Setelah terbentuk radikal bebas dengan kereaktifan yang tinggi yang
kemudian dapat bereaksi dengan setiap spesies yang ditemukan. Pada tahap ini
akan terbentuk radikal bebas yang baru, karena radikal bebas yang dihasilkan
pada tahap awal bereaksi dengan molekul lain. Selanjutnya radikal bebas baru
tersebut dapat pula bereaksi dengan molekul atau radikal bebas yang lain. Oleh
karena itu dalam proses propagasi dikatakan terjadi reaksi berantai. Apabila
radikal bebasnya sangat reaktif, misalnya radikal alkil, maka terjadi rantai
yang panjang karena melibatkan sejumlah besar molekul. Apabila radikal bebasnya
kereaktifannya rendah, misalnya radikal aril, maka kemampuannya bereaksi rendah
sekali, sehingga rantai yang terjadi pendek, bahkan mungkin tidak terjadi
rantai.
Radikal bebas metil juga sangat reaktif. Dalam tahap propagasi kedua, radikal bebas metil merebut sebuah atom klor dari dalam molekul Cl2.
Pada reaksi
klorinasi metana, radikal Cl merebut atom H dari metanan sehingga terbentuk
radikal bebas metil dan HCl.
Reaksi yang terjadi :
Reaksi yang terjadi :
Terminasi
Langkah
berikutnya adalah destruksi radikal bebas atau langkah terminasi, yang ditandai
oleh kombinasi radikal bebas yang sama ataupun yang berbeda,dan langkah ini
mengakhiri reaksi radikal bebas.
Terminasi
adalah reaksi yang berujung pada turunnya jumlah radikal bebas. Umumnya,
penurunan ini diakibatkan oleh adanya penggabungan radikal bebas yang masih tersisa.
Cl• + •CH3 → CH3Cl
Efek Radiasi Terhadap Manusia
Jika radiasi mengenai
tubuh manusia, ada 2 kemungkinan yang dapat terjadi: berinteraksi dengan tubuh
manusia, atau hanya melewati saja. Jika berinteraksi, radiasi dapat
mengionisasi atau dapat pula mengeksitasi atom. Setiap terjadi proses ionisasi
atau eksitasi, radiasi akan kehilangan sebagian
energinya. Energi radiasi yang hilang akan menyebabkan peningkatan temperatur
(panas) pada bahan (atom) yang berinteraksi dengan radiasi tersebut. Dengan
kata lain, semua energi radiasi yang terserap di jaringan biologis akan muncul
sebagai panas melalui peningkatan vibrasi (getaran) atom dan struktur molekul. Ini merupakan awal dari perubahan
kimiawi yang kemudian dapat mengakibatkan efek biologis yang merugikan.
Pertanyaan: mengapa energi radiasi yang hilang akan
menyebabkan peningkatan temperatur (panas) pada bahan (atom) yang berinteraksi
dengan radiasi?
pertanyaan: dari postingan yang saya buat, saya
memiliki pertanyaan bagaimana sebenarnya peran radikal bebas dalam tubuh kita,?
apakah terdapat peran baik atau hanya peran buruk yang meugikan tubuh?
E. Stabilitas radikal bebas
Radikal bebas mempunyai
elektron yang tak berpasangan. Dengan demikian radikal bebas sangat reaktif
terhadap senyawa lain atau terhadap jenisnya sendiri. Walaunpun demikian, ada
sejumlah radikal bebas yang mempunyai "umur" yang panjang karena
kestabilannya, yang dikategorikan sebagai berikut:
· Radikal Stabil
Contoh utama radikal
stabil adalah dioksigen molekular (O2) dan nitrat oksida (NO).
Radikal organik dapat berumur panjang karena terbentuk pada sebuah sistem π
terkonjugasi. Contohnya yaitu radikal turunan α-tokoferol (vitamin E). Berikut
adalah struktur radikal tokoferol:
Ada juga
contoh radikal tiazil, yang mana mempunyai reaktivitas yang rendah dan
stabilitas termodinamika yang tinggi dengan stabilisasi resonansi π yang
terbatas.
· Radikal
Kokoh
Radikal
kokoh adalah radikal yang berumur panjang karena kepenuhsesakan sterik di
sekeliling pusat radikal yang mana secara fisik sukar untuk bereaksi dengan
molekul lain. Sebagai contoh adalah radikal trifenilmetil Gomberg, garam Fremy
(kalium nitrosodisulfonat, (KSO3)2NO·), nitroksida (rumus
umum R2NO·) seperti nitronil nitroksida dan azefenilenil serta
radikal yang diturunkan dari PTM atau TTM. Radikal kokoh dihasilkan dalam
jumlah yang besar selama pembakaran. Radikal jenis ini menyebabkan tekanan
oksidatif yang berakibat pada penyakit jantung dan mungkin juga kanker.
· F Diradikal
Diradikal
adalah molekul yang mengandung dua pusat radikal. Radikal yang mempunyai banyak
pusat dapat membentuk molekul. Oksigen atmosferik secara alami membentuk
diradikal dan dalam keadaan ground state sebagai oksigen triplet.
Reaktivitas yang rendah dari oksigen atmosferik adalah karena keadaan
diradikalnya. Keadaan nonradikal dioksigen kurang stabil daripada diradikal.
Stabilitas relatif oksigen diradikal diakibatkan adanya spin terlarang pada
transisi triplet yang dibutuhkan untuk mengambil elektron (mengoksidasi).
Keadaan diradikal oksigen juga berakibat pada sifat paramagnetik, yang dapat
dibuktikan dengan adanya gaya tarik menarik terhadap magnet eksternal.
Radikal
bebas merupakan senyawa yang terkenal sangat reaktif karena mempunyai elektron
menyendiri atau tak berpasangan. Intermediet radikal alkil distbilkan oleh
proses fisika yang hampir sama dengan karbokation. Semakin tinggi tingkat
subsitusi alkil, maka stabilitas radikal alkil juga semakin tinggi. Dengan
demikian, pembentukan radikal tersier (R3C·) lebih mudah daripada
radikal sekunder (R2HC·), dan jauh lebih mudah daripada radikal
primer (RH2C·). Maka radikal yang terletak di sisi gugus fungsi
seperti karbonil, nitril, dan eter akan lebih stabil daripada radikal alkil
tersier.
Radikal dapat menyerang ikatan rangkap. Walaupun demikian, tidak seperti ion
yang serupa, beberapa reaksi radikal tidak dilangsungkan oleh interaksi
elektrostatik. Sebagai contoh, reaktivitas ion nukleofilik dengan senyawa
α,β-tak jenuh (C=C–C=O) dilangsungkan oleh penarikan elektron oksigen, yang
menghasilkan muatan positif parsial pada karbon karbonil.
permasalahan :
mengapa pada molekul radikal bebas ketika kehilangan elektron menyebabkan molekul tersebut menjadi tidak stabil?
mengapa pada molekul radikal bebas ketika kehilangan elektron menyebabkan molekul tersebut menjadi tidak stabil?
Daftar Pustaka:
Kimia
Organik, Fessenden&Fessenden
https://www.google.com/search?q=reaksi+radikala+bebas&ie=utf-8&oe=utf-8&client=firefox-b-ab
Saya ingin menambah kan sedikit, Radikal bebas dapat dibuat dengan cara pemutusan ikatan. Reaksi homolisis yang berarti pemutusan elektron ikatan kovalen secara homolitik, yaitu pasangan elektron ikatan terbagi menjadi dua, setiap fragmen menerima satu elektron dan membentuk suatu radikal bebas.
BalasHapusSuatu senyawa kovalen antara A dan B dituliskan sebagai A:B atau A—B, yang menyatakan pasangan elektronnya dipakai bersama-sama antara A dan B. Reaksi homolitik terjadi pada masing-masing atom A dan B yang pada awalnya memiliki satu elektron. Molekul yang mempunyai sebuah elektron semacam mi disebut radikal bebas. Radikal bebas bersifat tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dan molekul lain.
AB: → A· + B·
Apakah yang di maksyd dengan kerja yang lazim suatu inhibitor radikal bebas adalah bereaksi dengan radikal bebas reaktif membentuk radikal bebas tak reaktif dan relatif stabil? Tolong lebih dijelaskan?
BalasHapusTolong anda jelaskan apa itu keadaan ground state. Terima kasih
BalasHapusTolong anda jelaskan bagaimana radiasi radikal bebas itu menyerang kulit kita??
BalasHapustolong anda jelaskan perbedaan antara propagasi dan terminasi ? dan adakah kesamaan dari kedua tersebut ?
BalasHapusHal-hal apa saja yang mempengaruhi stabilitas radikal bebas?
BalasHapus